Breaking News
Home / DALAM NEGERI / Mie Instan Indonesia Laku Keras di Afrika

Mie Instan Indonesia Laku Keras di Afrika

Di indonesia, mie instant sudah bisa di sebut makanan sehari Рhari masyarakat indonesia karna praktis dan gampang serta tidak membutuhkan waktu yg lama untuk membuat seporsi makanan lezat. Karena memiliki banyak kreasi dari rasa yang biasa, seperti ayam, dan bakso, sampai rasa yang merupakan kombinasi dari makanan khas Indonesia dan internasional.

Dalam pameran Indonesian Coffee and Noodles Festival 2017 yang digelar di Irene, Centurion, Afrika Selatan, akhir Januari lalu. Masyarakat Afrika Selatan menyerbu mie instan asal Indonesia.

Festival mie dan kopi itu sendiri digagas oleh Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg untuk memperkenalkan secara langsung produk Indonesia pada pemangku kepentingan di benua Afrika.

Pada pameran kali ini, ITPC Johannesburg bekerja sama dengan PT Indofood Sukses Makmur, Tbk (Indomie); PT Mayora Indah Tbk (Kopi Torabika), dan PT Santos Jaya Abadi (Kopi Kapal Api). Festival turut dimeriahkan dengan tarian nasional Indonesia dan tarian dari Zulu, Afrika Selatan yang menambah keseruan acara tersebut.

Kepala ITPC Johannesburg, Pontas Tobing, mengatakan Indonesia memang tengah gencar mempromosikan produk-produk lokal ke pasar nontradisional, salah satunya Afrika Selatan. “Di Afrika Selatan sendiri kebutuhan dan minat masyarakat akan produk mi instan dan kopi dari Indonesia cukup besar,” ujarnya, seperti dikutip Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perdagangan.

Menurut Pontas, Afrika Selatan sendiri merupakan titik pertemuan yang penting untuk menyebarkan komoditas asal Indonesia di benua Afrika. Sebab, negara tersebut adalah pintu masuk produk ekspor Indonesia ke negara-negara di Afrika lainnya seperti Bostwana, Lesotho dan Swaziland.

Pontas mengatakan, Coffee and Noodles Festival 2017 yang diikuti oleh 100 pelaku usaha telah berhasil menarik minat sejumlah pengusaha asal Afrika. Mereka sudah menyatakan minat untuk mendatangkan mi dan kopi asal Indonesia untuk kemudian dijual di pasar Afrika.

Saat ini, neraca perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan periode Januari-Oktober tahun 2016 tercatat surplus 405,11 juta dolar AS atau meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015 yang hanya tercatat sebesar 387,91 juta dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan pada periode Januari-Oktober 2016 tercatat sebesar 632,36 juta dolar AS dan impor Indonesia dari Afrika Selatan tercatat sebesar 228,01 juta dolar AS.

Comments

comments

About iBaca

Sebuah media blog yang mengulas topik tentang blogging, news, social media, teknologi, entrepreneurship, inspirasi dan motivasi, dan beberapa topik lain yang menurut kami menarik.