Breaking News
Home / DALAM NEGERI / Masih Muda Muncul Uban, Ini Penyebabnya ?

Masih Muda Muncul Uban, Ini Penyebabnya ?

Pada dasarnya, masih muda muncul uban atau dalam istilah kedokteran disebut canities adalah proses alami terjadinya penuaan yang berlangsung secara bertahap tanpa memandang jenis kelamin atau ras. Sehingga hampir dapat dipastikan, seiring bertambahnya umur seseorang, akan bermuncullan rambut beruban.

Umur yang semakin bertambah kerap ditandai dengan munculnya rambut beruban. Kondisi ini wajar, mengingat, rambut  beruban adalah bentuk manifestasi dari proses penuaan yang tidak dapat dihindari. Namun bagaimana jika rambut beruban ini muncul di usia yang belum sebegitu tua ?

Namun berbeda ketika rambut beruban ini muncul di usia lebih dini. Dapat dipastikan ada faktor penyebab sehingga rambut beruban muncul lebih lebih cepat pada usia 20 atau sebelum 30 tahun.

Dokter ahli kulit di Universitas Kedokteran Airlangga Dr. Afif Nurul Hidayati Sp.KK, FINSDV menjelaskan, wajarnya rambut beruban muncul  pada dekade keempat usia seseorang. Munculnya uban pada orang kulit putih rata-rata memasuki usia pertengahan 30-an, orang Asia di akhir 30-an, sementara Afrika pertengahan 40-an.

Warna hitam pada rambut merupakan hasil dari proses pembentukan melanin yang diproduksi oleh melanosit. Jika  produksi melanin ini terganggu atau menurun kadarnya, maka yang terjadi adalah  terganggunya proses transfer melanin dari folikel rambut ke batang rambut. Kondisi ini yang kemudian mengakibatkan terjadinya uban maupun kerontokkan pada rambut. Selain akibat proses alami, penurunan atau kerusakan melanin juga disebabkan karena kerusakan oksidatif akibat tingginya kadar oksidan di dalam tubuh.

Penyebab beruban lebih dini

Afif mengungkapkan, dari sejumlah penelitian dibuktikan bahwa orang yang beruban di umur yang lebih dini, memiliki  kadar oksidan yang lebih tinggi dan kadar antioksidan lebih rendah di dalam tubuhnya. Oksidan yang bersifat merusak melanosit ini bisa berasal dari paparan polusi, sinar matahari ultra violet, stres psikologis, stres emosional, toksin, dan asap rokok.

Selain faktor oksidan, seseorang dengan penyakit tertentu juga dapat memicu terjadinya rambut beruban lebih cepat. Seperti penyakit keradangan, penyakit autoimun, mengalami gangguan saraf, penyakit kardiovaskuler seperti jantung, anemia, infeksi HIV, serta menderita beberapa sindrom langka seperti progeria dan pangeria (sindrom Werner).

Kehilangan atau kekurangan protein jangka panjang juga menjadi faktor pencetus. Namun pada umumnya, kondisi rambut akan membaik setelah kesehatan berlahan membaik. Termasuk diantaranya adalah para pelaku diet yang kekurangan zat gizi tertentu seperti  vitamin, mineral, tembaga, besi, dan zink dalam asupan menu diet setiap harinya.

Selama tidak mengalami faktor pencetus seperti yang disebutkan di atas, maka rambut beruban masih dianggap aman. Namun jika disebabkan karena kondisi tertentu, maka perlu dicari penyebabnya dan ditangani dengan tepat,” ungkapnya.

Agar rambut beruban tidak muncul lebih dini dari usia sewajarnya, sebaiknya melakukan langkah-langkah prefentif sebagai cara paling efektif dilakukan.

Senantiasa menerapkan pola hidup sehat, pola makan yang sehat dan seimbang, menghindari stres berlebihan, serta meminimalisir faktor oksidan.

Comments

comments

About iBaca

Sebuah media blog yang mengulas topik tentang blogging, news, social media, teknologi, entrepreneurship, inspirasi dan motivasi, dan beberapa topik lain yang menurut kami menarik.