Breaking News
Home / ANIME / 6 Film Movie Animasi 3D CGI yang di Adaptasi Dari Game

6 Film Movie Animasi 3D CGI yang di Adaptasi Dari Game

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin berkembang dan kualitas visual yang semakin spektakuler. Film Movie Animasi 3D CGI yang di adaptasi dari game, bisa juga menjadi ajang pelarian bagi yang merasa risih dengan film adaptasi live-action. Cerita yang melenceng, plot yang tak sesuai, jalan cerita yang mudah ditebak, hingga karakter yang sama sekali tak ada dalam game atau animenya namun entah kenapa tiba-tiba muncul di film tersebut.

Selain menjamin kualitas visual yang asyik untuk disaksikan, film-film animasi 3D juga kerap mampu menghadirkan atmosfer atau suatu adegan yang akan sangat sulit untuk direpresentasikan dalam film live-action-nya.

Apa saja film movie animasi 3D CGI yang bisa ditonton untuk menemani akhir pekan anda. Berikut ulasannya!

1. Tekken: Blood Vengeance

Sebagian besar dari kita pasti mengenal nama ini sejak seri ketiganya. Sebuah game fighting terobosan yang menawarkan banyak kemajuan, utamanya dalam hal mekanik dan variasi kombonya yang membingungkan tapi fantastis. Lagipula, berapa banyak sih dari kalian yang pernah memainkan atau setidaknya tahu bahwa Tekken 1 dan Tekken 2 itu ada?

Sebagai pelipur lara dari kegagalan film live-action-nya, Bandai Entertainment meluncurkan animasi 3D berjudul Tekken: Blood Vengeance. Kisah ini mengambil alur cerita alternatif antara Tekken 5 dan Tekken 6. Bintangnya adalah Xiaoyu, yang menyamar sebagai mata-mata untuk mencari informasi mengenai seorang siswa bernama Shin Kamiya.

Apa yang ditakutkan para penggemar beratnya menjadi kenyataan. Adaptasi live-action adalah langkah yang keliru. Ada banyak hal yang menyimpang dalam film tersebut. Namun, jika harus menyebut salah satunya, itu adalah para para karakternya. Terutama Jin.

John Foo malah tampak seperti memerankan Jin yang masih berusia belasan tahun. Sebagai cosplayer, ia lumayan mirip. Hanya saja tubuhnya terlalu kecil dan pendek. Ototnya juga terlihat feminin dibanding Jin yang kita harapkan. Biar begitu, memang sulit mencari aktor yang paling tepat secara penampilan untuk memerankan Jin. Makanya, sejak awal gagasan live-action banyak ditentang.

Beruntung, Bandai berhasil sedikit mengobati kekecewaan para fans. Puncak film animasi ini juga dieksekusi nyaris sempurna dengan menyuguhkan pertarungan spektakuler antara keluarga lintas generasi, JIn, Kazuya, dan Heihachi. Kita juga bisa melihat transformasi Jin menjadi bentuk iblisnya. Hal yang tak mampu dan nyaris mustahil dilakukan oleh adaptasi live-action-nya.

2. Resident Evil Degeneration

Lupakan adaptasi live-action Resident Evil yang karut marut itu. Mari kita bersepakat untuk menganggap film tersebut tak pernah ada.

Dalam film ini, kita akan disuguhkan dengan duo alumni Resident Evil 2: Claire Redfield dan Leon Scott Kennedy. Berlatar tujuh tahun pasca insiden Racoon City (RE 2) atau berselang satu tahun usai aksi heroik Leon menyelamatkan putri presiden AS di RE 4.

Jalan cerita film ini, entah kenapa cukup mengecewakan. Plotnya seperti menjiplak alur cerita gamenya yang mengisahkan mengenai perusahaan farmasi korup dan jahat yang bertanggung jawab atas semua kekacauan yang terjadi.

Reuni antara Claire dan Leon yang lama tak berjumpa juga mendapat porsi yang sedikit. Sepertinya semua yang terjadi di Racoon City tak terlalu berkesan bagi mereka hingga keduanya tak begitu acuh satu sama lain. Capcom malah sibuk ‘merekayasa’ kisah cinta Leon dengan Angela yang berakhir murahan di mata para penggemarnya.

Kualitas CGI juga patut jadi sorotan utama. Gesture para pemain tampak kaku dan kurang halus. Adegan final juga berakhir anti-klimaks, terlalu mudah diprediksi dan jauh dari kesan menegangkan. Lemahnya segi visual juga yang mungkin berimbas pada wajah Leon yang tampak sedikit … bengis. Jauh dari kesan imut keanime-animean seperti di RE 4.

3. Final Fantasy XV: Kingsglaive


King Regis, penguasa tanah Lucis, memerintahkan para prajuritnya, Kingsglaive, untuk melindungi kerajaan dari ancaman Niflheim yang berniat mencuri kristal suci. Kisah ini paralel dengan video gamenya. Di mana di tempat lain, putra King Regis, Noctis, tengah berpetualang bersama ketiga sahabatnya.

Alur ceritanya cukup sukar dipahami. Penonton akan langsung ditempatkan pada situasi peperangan antar dua kerajaan tanpa tahu pasti apa duduk persoalannya. Penjelasan dua kerajaan tersebut juga relatif singkat dan tak banyak diuraikan. Itu karena Square Enix, lewat studio khusus CGI-nya, Visual Works, memang berniat menciptakan film ini sebagai satu kesatuan dengan game Final Fantasy XV. Kamu wajib memainkan gamenya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Nilai jual film ini, tentu saja terletak pada kualitas grafisnya. Baku hantam disajikan sangat realistis. Percikan api, luka sayatan, hingga ekspresi para karakternya dibuat sangat mendetail. Kemampuan warping atau teleportasi para Kingsglaive adalah salah satu adegan yang paling keren dan ditampilkan cukup intens.

Tenang saja, untuk menikmati cerita dan visualnya yang ciamik, kamu tak perlu memainkan semua seri Final Fantasy yang ada. Tonton saja dan nikmati keseruan yang disajikan.

4. Resident Evil Damnation

Setelah dirasa cukup sukses menngonversi kisah Resident Evil ke dalam film animasi 3D, Capcom kembali memuaskan dahaga para pecinta franchise ini yang semakin muak dengan live-action besutan si Anderson itu.

Di film ini Leon kembali diplot menjadi protagonis. Sepertinya Capcom masih sulit beranjak dari karakter paling ikonik game survival-horror garapan mereka tersebut. Kali ini Leon mendapat perintah untuk menyusup masuk ke sebuah negara kecil di Timur Eropa untuk mencari tahu apakah benar adanya dugaan mengenai penggunaan Bio Organic Weapons (B.O.W) dalam peperangan di sana.

Mengabaikan perintah dari pemerintah AS untuk segera angkat kaki dari negara yang tengah berkecamuk tersebut, Leon memutuskan untuk nekat terlibat lebih jauh demi menyingkap fakta hingga ke akarnya. Serta dalam misi pribadi untuk mengakhiri teror BOW di negara tersebut.

Secara keseluruhan, film ini lebih baik dibanding prekuelnya. Plot yang kompleks, visual yang lebih apik, dan aksi konfrontasi dengan licker serta bela diri yang lebih epik.

5. Space Pirate Captain Harlock

Selama bertahun-tahun, pertempuran dahsyat terus bergejolak di berbagai galaksi seiring 500 miliar manusia yang sejak nenek moyangnya telah pergi meninggalkan bumi, berencana untuk kembali ke planet biru tersebut. Namun, akses menuju bumi ditutup rapat oleh koalisi Gaia yang menjadi pusat pemerintahan seluruh umat manusia yang ada di berbagai galaksi. Hanya ada satu orang yang mampu mewujudkan keinginan umat manusia, dialah Kapten Harlock, sang perompak luar angkasa.

Film ini adalah kisah klasik bikinan Leiji Matsumoto yang terus direka ulang selama lebih dari tiga dekade lamanya atau sejak anime Space Battleship Yamato tayang. Selain kualitas animasi yang lebih mumpuni, yang membedakan film ini dibanding pendahulunya adalah nuasa dan karakterisasinya yang lebih gelap dan kelam.

Alur cerita banyak diambil dari perspektif Yama, seorang pemuda yang entah bagaimana berhasil diterima dengan mudah untuk bergabung menjadi anggota perompak ini. Lewat kacamatanya juga, penonton akan diajak mendalami kepribadian serta sekelumit masa lalu sang kapten, Harlock.

Jika pertempuran klimaks dalam Kingsglaive ditandai dengan pertarungan antar raksasa, Space Pirate menawarkan sesuatu yang lebih fiksi ilmiah. Pertempuran yang epik dan megah antar kapal perang luar angkasa.

6. Final Fantasy VII: Advent Children

Dua tahun setelah kejadian di Final Fantasy VII: Crisis Core, pemulihan atas kerusakan pada planet Gaia akibat Meteor yang hampir menghancurkan sang planet mulai diupayakan, saat itu penduduk Midgar yang berhasil bertahan hidup mendirikan sebuah kota baru di bagian luar kota Midgar.

Namun, munculnya sebuah penyakit yang disebut Geostigma yang membuat penghuni planet Gaia menderita akibat penyebarannya yang sangat cepat, terutama anak-anak yang paling rentan terhadap penyakit berbahaya ini.

Tiga wujud keturunan dari roh iblis Sephiroth ingin membangkitkannya kembali melalui sesosok alien, dan juga mencuci otak anak-anak sakit di kota. Kini Cloud harus menemukan cara untuk menghentikan mereka.

Itulah beberapa film 3D CGI yang patut kamu pertimbangkan dan masih banyak film 3D lain yang layak untuk diperhitungkan. Selamat menyaksikan.

Comments

comments

About iBaca

Sebuah media blog yang mengulas topik tentang blogging, news, social media, teknologi, entrepreneurship, inspirasi dan motivasi, dan beberapa topik lain yang menurut kami menarik.