Breaking News
Home / UNIK / 10 Kata Bijak Tokoh Pewayangan Semar

10 Kata Bijak Tokoh Pewayangan Semar

Sebagai salah satu tokoh pewayangan Punakawan. Semar diceritakan sebagai tokoh abdi dan penasehat untuk golongan kesatria, Semar dianggap sebagai simbol dualisme.Tapi  sebelum itu?

Dikalangan spiritual Jawa ,Tokoh wayang Semar ternyata dipandang bukan sebagai fakta historis, tetapi lebih bersifat mitologi dan symbolis tentang KeEsa-an, yaitu: Suatu lambang dari pengejawantahan expresi, persepsi dan pengertian tentang Illahi yang menunjukkan pada konsepsi spiritual.

Pengertian ini tidak lain hanyalah suatu bukti yang kuat bahwa orang Jawa sejak jaman prasejarah adalah Relegius dan ber keTuhan-an yang Maha Esa.Dari tokoh Semar wayang ini akan dapat dikupas ,dimengerti dan dihayati sampai dimana wujud religi yang telah dilahirkan oleh kebudayaan Jawa.

Di dalam cerita pewayangan, Semar adalah putra Sang Hyang Wisesa, ia diberi anugerah mustika manik astagina, yang mempunyai 8 daya, yaitu:

1.tidak pernah lapar
2.tidak pernah mengantuk
3.tidak pernah jatuh cinta
4.tidak pernah bersedih
5.tidak pernah merasa capek
6.tidak pernah menderita sakit
7.tidak pernah kepanasan
8.tidak pernah kedinginan
kedelapan daya tersebut diikat pada rambut yang ada di ubun-ubun atau kuncung. Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu; Batara Semar, Batara.

Kemudian simbol dualisme yang dimiliki Semar diantaranya yaitu dia berdiri tapi terlihat seperti jongkok yang menyimbolkan kedudukan penguasa dan rakyat jelata, dia selalu menyembunyikan tangan kanannya dibalik badannya yang berarti menyembunyikan kebaikan dan kelebihan yang dimilikinya, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, dalam setiap pementasan wayang, Semar sering kali menyampaikan kata-kata bijak yang bersifat universal dan kata bijak Semar tersebut masih relevan sampai kapanpun. Seperti apa kata bijak Semar tersebut? berikut ulasannnya

1. Urip iku Urup

Hidup itu merupakan nyala jiwa. Hidup itu hendaklah selalu memberikan mamfaat bagi setiap manusia disekitar kita.

2. Memayu hayuning bawana, ambrasta dur hangkara

Wajib hukumnya berusaha memberikan keselamatan, kebahagian, dan kesejahteraan serta membuang jauh sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Sura dira jaya jayaningrat, leburing dening pangastuti

Semua sifat picik, keras hati dan angkara murka, cuma bisa dikalahkan dengan sikap yang bijaksana, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake, sakti tanpa aji-aji, sugih tanpa bandha

Berjuanglah tanpa membawa massa, menanglah tanpa harus merendahkan dan mempermalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan, kekayaan, dan keturunan, kaya tanpa harus didasari hal-hal yang bersifat materi

5. Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan

Jangan mudah sakit hati saat musibah dan hasutan menimpamu, jangan sedih jika kehilangan sesuatu.

6. Aja gumunan, aja getunan, aja kagetn, aja aleman

Jangan mudah takjub, jangan mudah menyesal, jangan mudah terkejut dengan suatu hal, jangan manja.

7. Aja ketungkul marang kalungguhan, kadonyan, lan kemareman

Jangan pernah terobsesi dengan kedudukan, materi, dan kepuasan yang bersifat duniawi.

8. Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak celaka

Jangan pernah merasa paling pintar agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

9. Aja milik barang kang melok, aja mangro mundak kendho

Jangan mudah terpesona dengan hal-hal yang bersifat mewah, cantik dan indah. Jangan pernah ragu dalam suatu hal, agar tetap selalu semangat.

10. Aja adigang, adigung, adiguna

Jangan suka pamer kekuasaan, kekayaan, dan kemampuan.

Itulah kata-kata bijak dari tokoh pewayangan Semar. Semoga bisa memotivasi hidup Anda.

Comments

comments

About iBaca

Sebuah media blog yang mengulas topik tentang blogging, news, social media, teknologi, entrepreneurship, inspirasi dan motivasi, dan beberapa topik lain yang menurut kami menarik.